Asal Usul Keong Racun




Sinta dan Jojo "Keong Racun" (Youtube)
KWARTETWO.COM: Keong Racun tiba-tiba menyelip, lalu menggelegar di jagat hiburan tanah air. Lagu yang syarat dengan sindiran dan syair nakal ini jadi pembicaraan orang ramai di dunia maya. Sejumlah stasiun radio berulang kali memutar lagu itu.

Keong Racun bahkan sempat menempati posisi nomor satu trending topic di Twitter. Lagu yang meluncur dari Bandung itu bergantian menempati posisi puncak dengan Tony Hayward, yang mengundurkan diri dari perusahaan minyak raksasa British Petroleoum.

Jika Tony Hayward turun dari posisi puncak meninggalkan kemewahan dan gaji selangit, Keong Racun melaju di jalur berlawanan. Lagu ini mendaki ke puncak  dari ruang tamu sebuah rumah kecil di gang sempit Bojongloa, Bandung, Jawa Barat.

Lagu yang dinyanyikan secara lipsync oleh dua remaja wanita ini, Shinta dan Jojo, diciptakan oleh Subur Tahroni. Di Bandung, Subur dikenal sebagai pencipta lagu yang produktif. Berusia 49 tahun, ia tinggal di sebuah rumah sempit berukuran 5 x 6 meter.

Rumah sederhana itu bersesakan dengan rumah-rumah kecil lain di Gang Siti Mariah, Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Bersama istrinya dan keempat anaknya, Subur sudah lama tinggal di situ.

Tinggal di kawasan yang padat, di tengah banyak orang yang susah, justru membuat daya cipta Subur Tahroni selalu menyala. Dia merekam begitu banyak ironi kehidupan. Salah satu lagunya yang tenar di Bandung adalah "Pacar Lima Langkah."

Lagu itu diinsipirasi oleh kehidupan asmara di gang sempit itu. Pacaran dengan tetangga, begitu lirik lagu Subur, sungguh beruntung. Hemat dalam segala hal. Coba saja simak syairnya.



Pacarku memang dekat

Lima langkah dari rumah

Tak perlu kirim surat

SMS juga gak usah



Kalo rindu bertemu

Tinggal ngomong depan pintu

Tangan tinggal melambai

Sambil bilang helo sayang


Lagu Keong Racun juga diinspirasi dari kehidupan orang-orang di sekitar Subur. Anak Subur bernama Bayu Eka Prasetya mengisahkan lagu itu digubah sang ayah pada tahun 2008, diilhami oleh kawannya yang seorang playboy tulen alias doyan gonta-ganti pacar.

"Saya tanya ke Bapak soal lagu ini, kata Bapak lagu ini cerita tentang temannya yang suka main cewek, playboy," kata Bayu kepada Wartawan. Dia menambahkan, ayahnya makin dikenal masyarakat sejak lagu Keong Racun berkumandang di mana-mana.

Saat Wartawan bertandang ke rumah itu, Kamis, 29 Juli 2010, Subur sedang tidak di rumah. Sudah dua hari dia tidak pulang. Menurut Bayu, ayahnya hanya bilang ingin menenangkan diri dahulu ke luar kota. "Mungkin sedang mencari inspirasi," ungkapnya.



Bayu beserta ibunya Yeti Wartini (49) mengaku senang lagu ciptaan Subur bisa terkenal di seluruh negeri setelah dinyanyikan secara lipsync oleh Shinta dan Jojo. Menurut Bayu, ayahnya yang seniman tidak mempermasalahkan lagunya dinyanyikan oleh orang lain.



Selain Keong Racun, Buy Akur--begitu Subur biasa disapa--telah menciptakan ratusan lagu dari berbagai genre, seperti rock, pop, dan dangdut. 



Bayu mengisahkan suatu hari Lisa, penyanyi yang pertama kali mendendangkan lagu Keong Racun, pernah datang ke rumahnya bersama Charlie - ST12. Mereka berniat membeli hak cipta lagu itu.

Bayu tak tahu berapa lagu-lagu ciptaan Bayu selama ini dihargai. "Sudah profesi Bapak untuk menciptakan lagu, saya tidak tahu harga satu lagu berapa," kata Bayu.

Inilah syair Keong Racun yang sedang meledak di blantika musik nasional itu:



Dasar kau keong racun

Baru kenal eh ngajak tidur

Ngomong nggak sopan santun

Kau anggap aku ayam kampung

Kau rayu diriku

Kau goda diriku

Kau colek diriku

Eh, ku takut sekali

Tanpa basa basi kau ngajak happy happy

Eh, kau tak tahu malu

Tanpa basa basi kau ngajak happy happy



Mulut kumat kemot

Matanya melotot

Lihat body semok

Pikiranmu jorok

Mentang-mentang kau kaya

Aku dianggap jablay

Dasar koboy kucai

Ngajak check-in dan santai

Sorry sorry sorry, Jack

Jangan remehkan aku

Sorry sorry sorry, Bang

Ku bukan cewek murahan




Sumber: VivaNews.com